Pengaruh Campuran Daun Kelor dan Daun Katuk dalam Ransum Terhadap Konsumsi, Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik Ternak Babi Starter

EffectOf Moringa oleifera And Sauropus androgynus L. merr Leaf Flour Mixture In The Diets On Consumption, Digestibility Of Dry Matter, Organic Matter In Starter Pigs

Authors

  • Prisca Anjani Nifu Peternakan Undana
  • Sabarta Sembiring Universitas Nusa Cendana
  • I Made S. Aryanta Universitas Nusa Cendana

Keywords:

Pig, Dry matter, organic matter, Katuk, Moringa Leaf

Abstract

Purpose of this study, examine the effect of a mixture flour Moringa and Sauropus androgynus L. merr in the ration on consumption and digestibility of dry matter and organic matter in starter phase of landrace pigs. The study used 12 pigs, aged 1-2 months with body weight between 5-15.6 kg (CV = 11.57%). The research method used experiment completely randomized design (RAL) consisting of 4 treatments and 3 replications. The treatment: Ro = 100% basal ration without a mixture of TDKe and TDKa; R1 = 95% basal ration + 5% mixture of TDKe and TDKa; R2 = 90% basal ration + 10% mixture of TDKe and TDKa; R3 = 85% basal ration + 15% mixture of TDKe and TDKa. Comparison of  TDKe 80% and 20% TDKa treatment rations. Statistics tests showed that the use of mixture TDKe and TDKa in animal feed no effect (P>0.05) on consumption, dry matter digestibility and organic matter in pigs research. Conclusion, the use of mixture Moringa leaves and sauropus leaves at a level of 5-15% in the ration gave relatively the same results for consumption dry matter and organic matter and digestibility starter pigs.

Tujuan penelitian  ini, untuk melihat pengaruh campuran tepung daun kelor (Moringa oleifera) dan daun katuk (Sauropus androgynus L. merr)  dalam ransum terhadap konsumsi, kecernaan bahan kering dan bahan organik   ternak babi Landrace fase starter. Penelitian menggunakan 12 ekor ternak babi  umur 1-2 bulan dengan  berat badan antara 5-15,6 kg (CV = 11,57%).  Metoda penelitian yang  digunakan adalah percobaan dengan Rancangan Acak Lengkap  (RAL) terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuannya: R0 = 100% ransum basal   tanpa campuran TDKe dan TDKa; R1 = 95% ransum basal + 5% campuran TDKe dan TDKa ; R2 = 90% ransum basal + 10% campuran TDKe dan TDKa; R3 = 85% ransum basal + 15% campuran TDKe dan TDKa. Perbandingan ransum perlakuan TDKe 80% dan TDKa 20%. Data uji statistik memperlihatkan bahwa penggunaan  campuran TDKe dan  TDKa pada makanan ternak tidak ada pengaruh (P>0,05) pada konsumsi, kecernaan bahan kering dan  bahan organik ternak babi penelitian. Simpulan,  penggunaan  campuran  daun kelor dan daun katuk level 5 - 15% pada ransum menberikan hasil yang relative sama pada konsumsi, kecernaan bahan kering dan bahan organik ternak babi starter.

 

Author Biographies

Sabarta Sembiring, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

I Made S. Aryanta, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

References

Amatiran, A.L., A. I. M. . dan M. G. (2018). Penggunaan tepung kulit pisang terfermentasi terhadap konsumsi, kecernaan bahan kering dan bahan organik pada ternak babi. Nukleus Peternakan, 5(2), 92–98.

Anggorodi, R. (1994). Ilmu Makanan Ternak Umum. PT Gramedia Pustaka Utama.

Hardjosubroto, W. dan A. J. M. (1993). Buku Pintar Peternakan.

Jonni, M. S., Sitorus M., dan K. N. (2008). Cegah Malnutrisi dengan Kelor.

Krisnadi, A. D. (2015). Kelor Super Nutrisi. Blora: Pusat Informasi dan Pengembangan Tanaman Kelor Indonesia.

NRC (Nation Research council). (1998). Nutrien Requirements of swine. Tenth Revised Edition.

Purwoto, I. T. W. (2000). Faktor Utama Dalam Pemeliharaan Ternak Babi dan Presentase Pakan Yang dibutuhkan Dari Tubuh Ternak Babi. Skripsi Fakultas Peternakan: Universitas Nusa Cendana.

Saleh, E, Dwi, N. S. Y. . dan J. (2005). Pengaruh pemberian tepung daun katuk terhadap performan ayam broiler. Jurnal Agribisnis Peternakan, 1(1), 14–16.

Sanda, M.M.Y, Sembiring ,S. dan Dodu, T. (2019). Pengaruh penggunaan tepung daun katuk (Sauropus Androgynus L. Merr) dalam ransum terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik pada ternak babi. Jurnal Peternakan Lahan Kering, 1(4), 498–507.

Steel RGD, T. J. (1993). Prinsip dan Prosedur Statistika. Terjemahan Bambang Suanti. Gramedi, Jakarta.

Sutardi, T. (1980). Landasan Ilmu Nutrisi Jilid 1. Departemen Ilmu Makanan Ternak.

Tillman, A.D., Hartadi H, Prawirakusumo S, Reksohadiprojo S, L. S. (2005). Ilmu Makanan Ternak Dasar.

Downloads

Published

2023-12-09

How to Cite

Nifu, P. A., Sembiring, S., & Aryanta, I. M. S. . (2023). Pengaruh Campuran Daun Kelor dan Daun Katuk dalam Ransum Terhadap Konsumsi, Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik Ternak Babi Starter: EffectOf Moringa oleifera And Sauropus androgynus L. merr Leaf Flour Mixture In The Diets On Consumption, Digestibility Of Dry Matter, Organic Matter In Starter Pigs. Jurnal Peternakan Lahan Kering, 5(4), 485 –. Retrieved from http://publikasi.undana.ac.id/index.php/JPLK/article/view/k1024

Issue

Section

Articles