Strategi Pengembangan Ternak Sapi Potong Pola Usaha Rakyat di Kawasan Peternakan Kabupaten Ende

Strategy for Development of Beef Cattle Livestock Patterns of People's Business in the Livestock Area of Ende Regency

Authors

  • Yeniria Sofia Ida Universitas Nusa Cendana
  • Ulrikus Romsen Lole Universitas Nusa Cendana
  • Tenang Barus Universitas Nusa Cendana
  • Maria Krova Universitas Nusa Cendana

Keywords:

People’s Livestock, Cattle, strategi, SWOT

Abstract

This study aims to analyze the strategy for the development of beef cattle according to the people's business pattern in the livestock area of ​​Ende Regency. The research was conducted in the livestock area of ​​Ende Regency. Data collection techniques used are observation and interviews. The sampling method was carried out in 3 (three) stages, namely stages 1 and 2 carried out purposively and stage 3 carried out by simple random sampling. The analysis used is SWOT analysis. The results of the IFE matrix analysis obtained a total score of 2.605 meaning that internally the development of cattle is strong enough so that the business remains sustainable. The EFE matrix obtained a total score of 3.76, meaning that externally the development of cattle is very strong where the response from the development area has been very good. The results obtained through SWOT diagram analysis are in Quadrant 1, namely supporting aggressive growth policies or very profitable positions. The results of the QSPM analysis, the three main priority strategies that will be implemented are educating farmers regarding maintenance management for the development of cattle business with a total attractiveness score (TAS) of 6.99; procure supporting equipment or technology for processing feed in the form of hay and silage with a TAS acquisition of 4.84 and optimizing the availability of grazing land for cattle development with a TAS acquisition of 4.8.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan ternak sapi potong pola usaha rakyat di kawasan peternakan Kabupaten Ende. Penelitian dilakukan di kawasan peternakan Kabupaten Ende. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Metode penarikan sampel dilakukan dalam 3 (tiga) tahap yakni tahap 1 dan 2 dilakukan secara purposif dan tahap 3 dilakukan secara simple random sampling . Analisis yang digunakan adalah analisis  SWOT. Hasil analisis matriks IFE memperoleh total skor 2,605 artinya secara internal pengembangan ternak sapi cukup kuat sehingga usaha tetap berkelanjutan. Matriks EFE memperoleh total skor 3,76 artinya secara eksternal pengembangan ternak sapi sangat kuat dimana respon dari wilayah pengembangan sudah sangat baik. Perolehan hasil melalui analisis diagram SWOT berada pada Kuadran 1 yaitu mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif atau posisi yang sangat menguntungkan. Hasil analisis QSPM, tiga prioritas utama strategi yang akan diterapkan yakni mengedukasi petani peternak terkait manajemen pemeliharaan  untuk pengembangan usaha ternak sapi dengan perolehan total attractiveness score (TAS) 6,99; mengadakan alat penunjang atau teknologi  untuk pengolahan pakan berupa hay dan silase dengan perolehan TAS 4,84 dan mengoptimalkan ketersediaan padang penggembalaan untuk pengembangan ternak sapi dengan perolehan TAS 4,8.

Author Biographies

Yeniria Sofia Ida, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Ulrikus Romsen Lole, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Tenang Barus, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Maria Krova, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

References

BPS Kabupaten Ende. (2023). Penduduk Kabupaten Ende Tahun 2020. Badan Pusat Statistik Kabupaten Ende. https://www.google.com/jumlah penduduk kabupaten ende tahun 2020.

BPS NTT. (2023). Populasi Ternak Besar Menurut Kabupaten atau Kota 2022 di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Badan Pusat Statistik. https://ntt.bps.go.id/indicator/24/590/1/populasi-ternak-besar-menurut-kabupaten-kota.html.

Hidayatulloh, I. M. (2017). Pengaruh Tingkat Pendidikan, Tanggungan Keluarga, Dan Status Pernikahan Terhadap Keputusan Perempuan Bekerja. Jurnal Ilmiah, 5(2).

Kusuma, S. B., Ngadiyono, N., & Sumadi, S. (2017). Estimasi Dinamika Populasi Dan Penampilan Reproduksi Sapi Peranakan Ongole Di Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah. Buletin Peternakan, 41(3), 230.

Mahi, A. (2016). No Title. In Pengembangan Wilayah: Teori dan Aplikasi.

Makatita, J., Isbandi, & Dwidjadmiko, S. (2014). Tingkat Efektivitas Penggunaan Metode Penyuluhan Pengembangan Ternak Sapi Potong Di Kabupaten Buru Provinsi Maluku. Agromedia, 32.

Matitaputtyt, P. R., & B. Kuntor0. (2010). Limbah Tanaman Pangan. 7(2).

Nurdiyansah, I., Suherman, D., & Putranto, H. D. (2020). Hubungan Karakteristik Peternak dengan Skala Kepemilikan Sapi Perah di Kecamatan Kabawetan Kabupaten Kepahiang. Buletin Peternakan Tropis, 1(2), 64–74. https://doi.org/10.31186/bpt.1.2.64-74.

RPJMD. (2019). Mewujudkan Karakteristik Kabupaten Ende dengan Membangun dari Desa dan Kelurahan, Menuju Masyarakat yang Mandiri, Sejahtera dan Berkeadilan.

Salim, A. M dan Siswanto, A. B. (2019). Analisis Swot Dengan Metode Kuesioner. CV. Pilar Nusantara. www.pilarnusa.net.

Tamba, D. (2017). Skripsi Strategi Pengembangan Usaha Ternak Sapi Potong Rakyat Di Desa Tanjung Pering Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir.

Downloads

Published

2023-12-09

How to Cite

Ida, Y. S., Lole, U. R., Barus, T., & Krova, M. . (2023). Strategi Pengembangan Ternak Sapi Potong Pola Usaha Rakyat di Kawasan Peternakan Kabupaten Ende: Strategy for Development of Beef Cattle Livestock Patterns of People’s Business in the Livestock Area of Ende Regency. Jurnal Peternakan Lahan Kering, 5(4), 519–530 . Retrieved from http://publikasi.undana.ac.id/index.php/JPLK/article/view/k1746

Issue

Section

Articles