Pengaruh Level dan Lama Waktu Fermentasi Menggunakan EM4 terhadap Kandungan Bahan Kering, Bahan Organik, Serat Kasar dan Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen Tongkol Jagung

Effect of level and legngth of fermentation time using EM4 on the content dry matter, organic matter, crude fiber and Nitrogen Free Extract of corn cobs

Authors

  • Niven Zada Universitas Nusa Cendana
  • Luh Enawati Universitas Nusa Cendana
  • Marthen Yunus Universitas Nusa Cendana
  • Daud Amalo Universitas Nusa Cendana

Keywords:

EM-4, Corn Cob, Levels, Fermentation Time, Nutritional Content

Abstract

This study aims to see the effect of EM4 levels and fermentation time on changes in the content of dry matter, organic matter, crude fiber and nitrogen-free extracts from corn cobs. The experimental design used was accomplete random design with a 3 x 2 factorial pattern which was repeated 3 times. The first factor, the EM-4 levels, are A1:10ml, A2:15ml and A3:20ml. The second factor, the fermentation time B1:7 days and B2:14 days. The research using a combination of EM4 levels treatment and fermentation time resulted in dry matter content that varied from 73.83%-76.27%, organic matter varied from 88.43%-89.78%, crude fiber varied from 26.87%-28.89% and the NFE varied from 60.30%-61.94%, while the results of the analysis of variance showed that there was no interaction (P>0.05) between the two factors on the content of dry matter, organic matter, fiber rude and NFE. However, a single factor at the EM-4 level had a very significant effect (P<0.01) on the dry matter content, had a significant effect (P<0.05) on the crude fiber content and had no significant effect (P>0.05) on the organic matter content and NFE. While the duration of fermentation had a significant effect (P<0.05) on organic matter content, but had no significant effect (P>0.05) on the other three parameters. From the research results, it can be concluded that there is no best combination of treatment between the two factors for all parameters. The use of different EM4 levels for corncob flour fermentation can reduce the content of dry matter and crude fiber, while the organic matter and NFE are relatively the same for each EM4 level. The length of time of fermentation can increase the content of organic matter while the other three parameters are relatively the same.

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh level EM4 dan lama waktu fermentasi terhadap perubahan kandungan bahan kering, bahan organik, serat kasar dan bahan ektrak tandpa nitrogen tongkol jagung. Adapun rancangan percobaan yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap pola factorial 3 x 2 yang diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama, level EM-4 yaitu A1:10ml, A2:15ml dan A3:20ml. Faktor kedua, lama waktu fermentasi terdiri dari B1:7hari dan B2:14hari. Hasil penelitian dengan kombinasi perlakuan level EM4 dan lama fermentasi dihasilkan kandungan bahan kering yang bervariasi dari 73,83%-76,27%, bahan organik bervariasi dari 88,43%-89,78%, serat kasar bervariasi 26,87%-28,89% dan BETN bervariasi dari 60,30%-61,94%. Hasil analisis ragam menunjukkan tidak terdapat interaksi (P>0,05) antara kedua faktor  terhadap kandungan bahan kering, bahan organik, serat kasar dan BETN. Akan tetapi, faktor tunggal level EM-4 berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kandungan bahan kering, berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kandungan serat kasar dan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kandungan bahan organik dan BETN. Sedangkan lama waktu fermentasi berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kandungan bahan organik, namun tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap ketiga parameter lainnya. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, belum terdapat kombinasi perlakuan terbaik  antara kedua faktor terhadap semua parameter. Penggunaan level EM4 yang berbeda untuk fermentasi tepung tongkol jagung dapat menurunkan kandungan bahan kering dan serat kasar, sedangkan bahan organik dan BETN relative sama untuk masing-masing level EM4. Lama waktu fermentasi dapat meningkatkan kandungan bahan organik sedangkan ketiga parameter lainnya relatife sama. 

Author Biographies

Niven Zada, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Luh Enawati, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Marthen Yunus, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Daud Amalo, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

References

Anam, N. K., Pujanigsih, R. I., & Prasetiyono, B. W. H. E. (2012). Kadar Neutral Detergent Fiber dan Acid Detergent Fiber Pada Jerami Padi dan Jerami Jagung Yang di Fermentasi isi Rumen Kerbau. Animal Agriculture Jurnal, 1(2), 352–361.

Anggorodi. (1994). Ilmu Makanan ternak Umum. In Penerbit Gramedia.

AOAC. (2005). Official Method of Analysis of the Association of Official Analytical Chemist. In Benyamin Franklin Statuon.

Ati, S., Kleden, M. M., & Yunus, M. (2020). Pengaruh lama waktu fermentasi tepung tongkol jagung menggunakan Effective Mikroorganisme-4 ( EM-4 ) terhadap perubahan komponen ADF , NDF , Selullosa dan Lignin. Jurnal Peternakan Lahan Kering, 2(4), 1162–1170.

Beo, A. M., Koni, T. N. I., Wea, R., & Foenay, T. A. Y. (2021). Kandungan Nutrien Silase Kulit Pisang Kepok (Musa paradisiaca normalis) pada Lama Fermentasi yang Berbeda. Seminar Nasional P3M Politanikoe Ke-4.

Berek, S., Lestari, G. A. Y., & Hartati, E. (2021). Kandungan Serat Kasar, Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen dan Total Digestible Nutrient Kulit Ubi Kayu (Manihot utilissma Pohl) Hasil Fermentasi dengan EM4 pada Leel Berbeda. Skripsi. Fakultas Peternakan Universitas Nusa Cendana, Kupang.

Cabrol, L., Marone, A., Tapia-venegas, E., Steyer, J., Ruiz-filippi, G., & Trably, E. (2017). Microbial ecology of fermentative hydrogen producing bioprocesses : useful insights for driving the ecosystem function. FEMS Microbiology Reviews, 41(2), 158–181. https://doi.org/10.1093/femsre/fuw043

Crampton, E. W., & Harris, L. E. (1996). Aplied Animal Nutrition the Use of Feedstuffs in the Formulation of Livestock Rations (WHF Co. Ed). In San Francisco. California, USA.

Enawati, L. S. (2014). Penerapan Dosis dan Lama Fermentasi Oleh Kapang Trichoderma viridae terhadap Kandungan Serta Kasar dan Tanin pada Tongkol Jagung. Jurnal Peternakan Lahan Kering, 21(2), 343–350.

Fitriani, Rauf, J., Novieta, I. D., & R, M. S. (2018). Kandungan Sellulosa, Hemisellulosa dan Lignin Pakan Komplit Berbasis Tongkol Jagung yang diSubstitusi Azolla pinnata Pada Level yang Berbeda. Jurnal Galung Tropika, 7(3), 220–228.

Kasmiran, A. (2011). Pengaruh Lama Fermentasi Jerami Padi dengan Mikroorganisme Lokal terhadap Kandungan Bahan Kering, Bahan Organik dan Abu. LENTERA, 11(1), 48–52.

Kristianti, D, N. W., Mudita, I. M., & Siti, N. W. (2015). Kandungan Nutrien Ransum Sapi Bali Berbasis Limbah Pertanian yang diFermentasi dengan Inokulan dari Cairan Rumen dan Rayap (Termites sp). Jurnal Of Tropical Animal Science, 3(3), 443–457.

Lala, M. K., Yunus, M., & Maranatha, G. (2022). Pengaruh Fermentasi Tepung Tongkol Jagung Menggunakan EM-4 terhadap Perubahan Komponen Serat. Jurnal Peternakan Lahan Kering, 4(2), 2192–2196.

Montesqrit, Mirzah, & Pratiwi, S. (2022). Pengaruh Lama Fermentasi dan Dosis Inokulum Bacillus amyloliquefaciens terhadap Kandungan Nutrisi Daun Paitan (Tithonia diversifolia). Pastura, 11(2), 91–95.

Muhakka, Wijaya, A., & Ammar, M. (2015). Nutritional Dried Matter , Crude Protein and Crude Fiber on Lowland Tidal Grass Fermented by Probiotic Microorganisms for Use Bali Cattle Feed. Animal Production, 17(81), 24–29.

Muni, Y. I., Lestari, G. A. Y., & Kleden, M. M. (2021). Kandungan Bahan Kering, Bahan Organik dan Protein Kasar Kulit Singkong Hasil Fermentasi EM4 Dengan Dosis Berbeda. Jurnal Peternakan Lahan Kering, 3(2), 1390–1394.

Paratu, A. T. M., Yunus, M., & Amalo, D. (2018). Pengaruh Lama Waktu Fermentasi Tepung Tongkol Jagung Menggunakan EM4 terhadap Perubahan Kandungan Serat Kasar, Lemak Kasar dan Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen. Skripsi. Fakultas Peternakan Universitas Nusa Cendana, Kupang.

Pendong, A. F., Waani, M. R., Malalantang, S. S., Balo, E. F. S., & Tuturoong, R. A. V. (2022). Pengaruh lama ensilase terhadap kandungan bahan kering ( BK ), bahan organik ( BO ), protein kasar ( PK ) sorgum varietas pahat ratun ke-1 sebagai pakan ruminansia. Zootec, 42(1), 74–80.

Prastyawan, R. M., Tampoebolon, B. I. M., & Surono. (2012). Peningkatan Kualitas Tongkol Jagung Melalui Teknologi Amoniasi Fermentasi (AMOFER) terhadap Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik Serta Protein Total Secara In Vitro. Animal Agriculture, 1(1), 611–621.

Rahmawati, Sastrawan, S., & Yani, H. (2018). Evaluasi kualitas nutrien biofermentasi limbah kulit kopi arabika dataran tinggi gayo sebagai pakan ternak alternatif. Biram Samtani Sains, 2(1),1-12.

Safitri, I. N., Bain, A., & Napirah, A. (2020). Komposisi Kimia Dedak Padi yang Difermentasi dengan Effective Microorganism 4 ( Em4 ) pada Lama Penyimpanan Berbeda. Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo, 2(3), 257–261. https://doi.org/10.56625/jipho.v2i3.16891

Saha, U., Sonon, L., Hanccok, D., Hill, N., Stewart, L., Hesner, G., & E, D. (2013). Common Terms Used in Animal Fending and Nutrition. The University of Georgia.

Sandi, S., Muhakka, & Saputra, A. (2012). The Effect of Effective Microorganisms-4 ( Em 4 ) Addition on the Physical Quality of Sugar Cane Shoots Silage. Proceeding of the 2nd International Seminar on Animal Industry |, 4, 200–206.

Santosa, B., Fitasari, E., & Suliana, G. (2017). Produksi Pakan Fungsional Mengandung Tiga Senyawa Biuoaktif dari Ampas Tahu dengan Menggunakan Mikroba Effective Microorganism-4 dan Lactobacillus plantarum. Buana Sains, 17(1), 25–32.

Seran, M. R., Sobang, Y. U. L., & Yunus, M. (2020). Pengaruh Level Saccharomyeces cerevisae pada Proses Fermentasi Tepung Tongkol Jagung terhadap Kandungan Bahan Kering dan Bahan Organik serta Kecernaanya Secara In Vitro. Jurnal Peternakan Lahan Kering, 2(1), 727–731.

Seran, S. O. T., Oematan, G., & Maranatha, G. (2020). Pengaruh lama proses fermentasi tepung tongkol jagung menggunakan EM4 terhadap kandungan bahan kering , Bahan organik dan protein kasar. Jurnal Peternakan Lahan Kering, 2(3), 1015–1021.

Setiyawan, A. I., & Thiasari, N. (2016). Pengaruh Lama Pemeraman terhadap Nilai Bahan Komplit Berbasis Pucuk Tebu Terfermentasi Menggunakan EM-4. Buana Sains, 16(2), 183–188.

Simanullang, A. F., Sijabat, A., & Hasanah, M. (2021). Karakterisasi Sifat Fisis Papan Partikel Limbah Tongkol Jagung Resin Epoxy Isosianat. Jurnal Ilmu Dan Inovasi Fisika, 05(01), 82–87.

Steel, R. G. D., & Torrie, J. H. (1993). Prinsip dan Prosedur Statistika suatu Pendekatan Biometrik,. In Terjemahan PT Gramedia.

Wardani, P. K., Arief, M., & Al-Arif, M. A. (2014). Pemberian Beberapa Dosis Enzim pada Pakan Komersial terhadap Kandungan Serat Kasar, Bahan Organik dan BETN. Journal of Aquaculture Fish Health, 3(1), 20–26.

Downloads

Published

2023-12-09

How to Cite

Zada, N., Enawati, L., Yunus, M. ., & Amalo, D. (2023). Pengaruh Level dan Lama Waktu Fermentasi Menggunakan EM4 terhadap Kandungan Bahan Kering, Bahan Organik, Serat Kasar dan Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen Tongkol Jagung: Effect of level and legngth of fermentation time using EM4 on the content dry matter, organic matter, crude fiber and Nitrogen Free Extract of corn cobs. Jurnal Peternakan Lahan Kering, 5(4), 502 –511 . Retrieved from http://publikasi.undana.ac.id/index.php/JPLK/article/view/k1981

Issue

Section

Articles