Kualitas Kimia dan Sifat Organoleptik Abon Daging Burung Puyuh Afkir (Coturnix coturnix japonica) yang disubstitusi jantung pisang kepok (musa paradisiaca l.)

Chemical Quality and Organoleptic Properties of Floss Culled Quail Meat (Coturnix coturnix japonica) Substituted Kepok Banana Flower (Musa paradisiaca L.)

Authors

  • Diah Pujirahayu Prodi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana
  • Bastari Sabtu Prodi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana
  • Gemini Ermiani Mercurina Malelak Prodi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana

Keywords:

Abon, Daging Puyuh Afkir, Jantung Pisang Kepok

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi jantung pisang kepok (Musa paradisiaca L.) pada abon puyuh afkir (Coturnix coturnix japonica) terhadap kualitas kimia dan organoleptik. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri dari P0 = abon puyuh afkir tanpa jantung pisang kepok (kontrol), P1 = substitusi jantung pisang kepok 10%, P2 = substitusi jantung pisang kepok 20% dan P3 = substitusi jantung pisang kepok 30%. Hasil penelitian, substitusi jantung pisang kepok yang berbeda mempengaruhi kadar air, kadar protein, kadar lemak, kadar kolesterol, Thiobarbituric Acid (TBA), warna, aroma dan tekstur (P<0,01), sedangkan rasa (P>0,05). Semakin tinggi level penambahan jantung pisang kepok kadar air, TBA dan tekstur meningkat, sedangkan kadar lemak, kolesterol, warna, aroma, rasa menurun dan kadar protein mengalami penurunan pada substitusi 20% dan 30%. Disimpulkan, pengolahan abon dengan substitusi jantung pisang kepok dengan level 10% - 20% memberikan pengaruh yang baik.

This study aims were to see the effect of the substitution of  kepok banana flower (Musa paradisiaca L.) on floss meat culled quail (Coturnix coturnix japonica) chemical and organoleptic qualities. The design used was a randomized design (CRD) consisting of 4 treatments and 4 replications. The treatments consisted of P0 = culled quail without kepok banana flower (control), P1 = 10% kepok banana flower substitution, P2 = 20% kepok banana flower substitution, and P3 = 30% kepok banana flower substitution. The results showed that different kepok banana flower substitutions affected water content, protein content, fat content, cholesterol content, Thiobarbituric Acid (TBA), color, aroma and texture (P<0.01), while taste (P>0.05). The higher the level of addition of kepok banana flower, the water content, TBA and texture increased, while the levels of fat, cholesterol, color, aroma, taste decreased and protein content decreased at 20% and 30% substitution. It was concluded that the floss meat processing with the substitution of the kepok banana flower at a level of 10% - 20% gave a good effect.

Keywords: Floss Meat, Culled Quail Meat, Kepok Banana Flower.

Author Biographies

Diah Pujirahayu, Prodi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana

Prodi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana

Bastari Sabtu, Prodi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana

Prodi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana

References

Alamsyah, Andi, Nur. 2005. Virgin Coconut Oil Minyak Penakluk Aneka Penyakit, Penerbit Agro Media Pustaka, Jakarta.

Andarwulan, Nuri, Kusnandar Feri. 2011. Analisis pangan. PT. Dian Rakyat : Jakarta.

Anugrah IS, Sadikin I, Sejati WK. 2009. Kebijakan Kelembagaan Usaha Unggas Tradisional Sebagai Sumber Ekonomi Rumah Tangga Pedesaan. Jurnal Analisis Kebijakan Pertanian. 7(3): 249- 267

AOAC. 2005. Official Methods of Analysis of The Association of Official Analytical Chemist. AOAC Inc., Washington.

Aziz MZ. 2012. Pengaruh Promosi dan Cita Rasa Terhadap Jumlah Pembelian Ayam Bakar Di Rumah Makan Wong Solo Makassar. Skripsi. Sosial Peternakan Universitas Hasanuddin, Makassar.

Badan Standrisasi Nasional, 1995. Standar Nasional Indonesia. SNI-01- 3707-1995 Abon. Badan Standarisasi Nasional. Jakarta.

Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat. 2014. Jantung Pisang Kaya Serat dan Manfaat. http://dishut.jabarprov.go.id/?.mod=detilBerita&idMenuKiri=&idBerita=3740.

Direktorat Gizi Departemen Kesehatan RI. 2004. Daftar Komposisi Zat Gizi Pangan Indonesia. Departemen Kesehatan RI. Jakarta.

Fajri M, Sulasmi. 2014. Pengaruh pengepresan dan penggorengan terhadap zat gizi pada tempe kacang tanah. In: Prosiding Seminar Hasil Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi. hal 697–701.

Fatsecret. 2020. Abon ayam gloria. https://www.fatsecret.co.id/kalori-gizi/gloria/abon-ayam/1-porsi.

Febrina D. 2012. Kecernaan Ransum Sapi Peranakan Ongole Berbasis Limbah Perkebunan Kelapa Sawit yang Diamoniasi Urea. Jurnal Peternakan. 9(2): 68-74.

Genchev A, Mihaylova G, Ribarski S, Pavlov A, Kabakchiev M. 2008. Meat quality and composition in Japanese quails. Trakia J. Sci. 6(4): 72-82.

Irawati A, Warnoto, Kususiyah. 2015. Pengaruh Pemberian Jamur Tiram Putih (Pleorotus ostereatus) terhadap pH, DMA, Susut Masak Dan Uji Organoleptik Sosis Daging Ayam Broiler. Jurnal Sains Peternakan Indonesia. 10(2): 1978 – 3000.

Leksono T, Syahrul .2001. Studi Mutu dan Penerimaan Konsumen terhadap Abon Ikan. Jurnal Natur Indonesia. 3(2): 178-184.

Lestario LN, Dhanu L , Kris HT. 2009. Kandungan Antosianin Dan Antosianidin Dari Jantung Pisang Klutuk (Musa brachycarpa Back) dan Pisang Ambon (Musa acuminata Colla). Jurnal Teknologi dan Industri Pangan. 20(2): 1-7

Lisma P, Yusmarini, Noviar H. 2016. Studi Pemanfaatan Jantung Pisang Dan Ikan Gabus Dalam Pembuatan Nugget. JOM Faperta. 3(1):1-14

Novitasari A, Afin AMS, Apriliani LW, Purnamasari D, Hapsari E dan Ardiyani ND. 2013. Inovasi dari Jantung Pisang (Musa paradisiaca L.). Jurnal Kesmadaska. 4(2): 96-99.

Paryanto, Pranoto, Agusta H. 2015. Zat Warna dari Getah Tangkai Daun Pisang. Jurnal Ekuilibrium. 14(2): 39-43. Universitas Sebelas Maret.

Purnomo H. 1996. Dasar-Dasar Pengolahan dan Pengawetan Daging. Jakarta: PT. Gramedia Widiasarana Indonesia.

Reza MG, Yunita NU. 2017. Uji aktivitas antioksidan ektrak etanol jantung pisang kepok (musa balbisiana BBB) dengan metode D PPH (1,1-defenil-2-pikrilhidrazil). Jurnal Jurnal Sainstech Farma. 10(2): 15.

Setyaningsih D, Apriyantono A, Maya PS. 2010. Analisis Sensori untuk Industri Pangan dan Argo. Bogor: IPB Press.

Stanbio Laboratory . 2011. Stanbio Cholesterol LiquiColor Procedure. Stanbio Laboratory, Boerne.

Standar Nasional Indonesia. 1991. Standar Nasional Indonesia 01-2352-1991 Penentuan Angka Thiobarbiturat. Dewan Standarisasi Nasional. Jakarta.

Subekti E, Hastuti D. 2013. Budidaya Puyuh (Coturnix coturnix japonica) di Pekarangan Sebagai Sumber Protein Hewani dan Penambahan Income Keluarga. Jurnal Mediagro. 9(1): l 1-10.

Wickramarachchi KS, Ranamukhaarachchi SL. 2005. Preservation of Fiber-Rich Banana Blossom as a Dehydrated Vegetable. J. Sci. 31: 265-271.

Zaroroh AF. 2013. “Eksperimen Pembuatan Abon Keong Sawah dengan Substitusi Kluwih dan Penggunaan Gula yang Berbeda”. Food Science and Culinary Education Journal. 2(2): 3-5.

Downloads

Published

2021-06-14

How to Cite

Pujirahayu, D., Sabtu, B., & Malelak, G. E. M. . (2021). Kualitas Kimia dan Sifat Organoleptik Abon Daging Burung Puyuh Afkir (Coturnix coturnix japonica) yang disubstitusi jantung pisang kepok (musa paradisiaca l.): Chemical Quality and Organoleptic Properties of Floss Culled Quail Meat (Coturnix coturnix japonica) Substituted Kepok Banana Flower (Musa paradisiaca L.). Jurnal Peternakan Lahan Kering, 3(2), 1401–1409. Retrieved from http://publikasi.undana.ac.id/index.php/JPLK/article/view/k631

Issue

Section

Articles