Suplementasi Daun Katuk (Sauropus androgynus L. Merr) dan Zn Biokompleks pada Induk Kambing Peranakan Etawah Bunting

Supplementation of Prosea Leaf Meal (Sauropus androgynus L. Merr) on Pregnant Crossbred Etawa Goat

Authors

  • Binu Fabe Uly Faculty of Animal Husbandry
  • Yakob Robert Noach Program studi peternakan, Fakultas peternakan, Universitas Nusa Cendana
  • Kirenius Uly Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana

Keywords:

konsumsi nutrient, Kecernaan, Zn Biokompleks, Kambing Peranakan Etawah

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi dan kecernaan bahan kering dan bahan organik ransum induk kambing PE bunting yang diberi suplemen  tepung daun katuk dan Zn biokompleks. Dalam penelitian ini digunakan 12 ekor ternak Induk Kambing Peranakan Etawah bunting 3-4 bulan dengan kisaran bobot badan ternak 35-42kg dengan rataan 38 2,3 kg, KV 6,06%. Penelitian ini menggunakan Rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan.  perlakuan tersebut adalah R0 = Pakan pola peternak (Hijauan 10% BB dan Konsentrat 400g),R1 = R0+ Daun Katuk 10% dari porsi BK Hijauan Pola Peternak, R2 = R1+ Zn Biokompleks 1,03g/kg konsentrat, R3= R1+ Zn Biokompleks 2,06g/kg konsentrat. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analisis Varians. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan konsumsi bahan kering perlakuan R0 (761.06g/e/h), R1 (761.83g/e/h), R2 (766.22g/e/h), R3 (772.51g/e/h); konsumsi bahan organik pada perlakuan R0 (674.12g/e/h), R1 (678.34g/e/h), R2 (682.68g/e/h), R3 (685.54g/e/h); Kecernaan bahan kering RO (63.67g/e/h),  R1 (64.14g/e/h),  R2 (65.69g/e/h), R3 (66.08g/e/h); Kecernaan bahan organik RO (67.73g/e/h), R1 (68.37g/e/h), R2 (69.58g/e/h), R3 (70.15g/e/h). Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata P>0,05 terhadap konsumsi bahan kering, bahan organik namun berpengaruh tidak nyata  P>0,05 terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik. disimpulkan bahwa suplementasi tepung daun katuk dan Zn biokompleks memperbaiki kecernaan bahan dan bahan organik pada induk kambing peranakan etawah bunting.

 

The study aimed at evaluating feed dry and organic matter intake and digestibility of pregnant etawah crossbred doe fed Sauropus androgynous leaves meal and Zn-Bio-complex supplement. There were 12 3-4 months pregnant etawah crossbred doeswith 35-42kg (average 38 2.3 kg) and CV 6.06% initial body weight used in the trial. Completely randomized design 4 treatments with 3 replicates procedure was applied in the trial. The 4 treatments feeds were: R0 =famer feeds (forage 10% BW andconcentrate 400g); R1 = R0+ sauropusleaves meal 10% of farmerfeed; R2 = R1+ Zn Biocomplex 1.03g/kg concentrate; R3= R1+ Zn Biocomplex 2.06g/kg concentrate.Data were analyzed using analysis of variance procedure. The average results of each variable of each treatment were:dry matter intake (g): R0 (761.06±17.78g/e/h), R1 (761.83±17.00g/e/h), R2 (766.22± 18.28g/e/h ), R3 (766.22±9.38g/e/h); organic matter intake (g) R0 (674.12±16.13 g/e/h), R1 (678.34±15.45 g/e/h), R2 (682.68±16.59 g/e/h ),  R3 (685.54±8.55 g/e/h ); dry matter digestibility ; RO (63.67±14,28%),R1 (64.14±13.76%),  R2 (65.69±14.78%), R3 (66,08±7.58%); organic digestibility (%): RO (67.73±2.66%), R1 (68.37±3.84%), R2 (69.58±7.36%), R3 (70.15±2.31% ) Statistic analysis shows that effect of treatment is significant (P>0.05)on dry matter and organic mater digestibility, but not significant (P>0.05)on dry matter and organic matter intake. The conclusion is that supplementing sauropus leaves meal and Zn-Bio-complex supplementimproves both intake and digestibility of both dry and organic matter of pregnant etawah crossbred doe.

Key Words: Intakei, Digestibility, Zn-Biocomplex, Etawah, Goat

 

Author Biographies

Yakob Robert Noach, Program studi peternakan, Fakultas peternakan, Universitas Nusa Cendana

Program studi peternakan, Fakultas peternakan, Universitas Nusa Cendana

Kirenius Uly, Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana

References

Andini D. 2014. Potential of katuk leaves (Sauropus androgynus L Merr) as aphrodisiac. J Major. 3:17-22.

Anggorodi R. 1994. Ilmu Makanan Ternak Umum. PT. Gramedia. Jakarta

Astuti A. Ali A, Subur PSB. 2009, The effect of high quality feed supplemen addition on the nutrient consumption and digestibility of early lactating dairy cow,Buletin Peternakan 33 (2) : 81-87.

Bamualim A. 1988. Prinsip- Prinsip dalam pemberian makanan ternak sapi. Kupang : Kumpulan Materi Kursus Prinsip Produksi dan Metode Penelitian Peternakan. Sub Balai Penelitian Ternak Lili.

Bender. 1993. Introduction to Nutrition & Metabolism. UCL Press. London.

Budiarsana IGM, Sutama IK. 2001. Efisiensi Produksi Susu Kambing Peranakan Etawah. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner 2001 Balai Penelitian Ternak, PO Box 221, Ciawi-Bogor

Cakra IGLO. Suwena IGM, Sukmawati NMS. 2005. Konsumsi dan koefisien cerna nutrien pada kambing peranakan etawah(PE) yang diberi pakan konsentrat ditambah soda kue (sodium bikarbana). Majalah Ilmiah Peternakan. 8(3): 76-80.

Devandra C, Bruns M. 1994. Produksi kambing di daerah tropis. Penerbit ITB. Bandung.

Ensminger ME, Olantine CG. 1978. Feed And Nutrition Complete. Ist Edition. The Ens. Publhishing Company California.

Fattah S. 2016. Manajemen Ternak Sapi Potong. Undana.Press.

Ismail R. 2012. Kecernaan In vitro.http://rismanismail2.wordpress.com /2011/05/22/nilai-kecernaan-part-4/more-310.

Jems A. Momot K, Maaruf MR, Waani C, Pontoh J. 2014. Pengaruh Penggunaan Konsentrat Dalam Pakan Rumput Benggala (Panicum maximum) Terhadap Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik pada Kambing Lokal. Jurnal Zootek. Vol 34 (Edisi Khusus): 108-114. ISSN 0852-2626

Kamal M. 1994. Nutrisi Ternak I Rangkuman. Laboratorium Makanan Ternak Fakultas Peternakan. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.

Komping S. 1997. Zn Biokompleks, BPATP/Bogor. Status perlindungan HKI; Paten No. S.00200600763 http://www.bpatp.litbang.pertanian.go.id.

Kusumaningrum BI. 2009. Kajian kualitas ransum kambing peranakan ettawa dibalai pembibitan dan budidaya ternak ruminansi Kendal. Laporan Praktek Kerja Lapangan. Fakultas Peternakan Universitas diponegoro, Semarang.hlm.21.

Lieberman, Bruning N. 1990. The Real Vitamin and Mineral Book. New York. Avery Group.

Mc.Donal P, R.Edward RE, Greenhalgh J, Morgan C. 2002. Animal Nutrition. 6th Edition. Longman Scientrifik.

Murni R, Okrisandi Y. 2012. Pemanfaatan kulit buah kakao yang difermentasi dengan kapang Phanerochaete chrysosporium sebagai pengganti hijauan dalam ransum ternak kambing. Agrinak. Jurnal Peternakan. Vol. 02 No. 1:6-10.

Noach YR, Handayani HT. 2017. Kinerja Induk Kambing Peranakan Ettawa di Desa Sumlili Kabupaten Kupang dalam Prosiding Seminar Nasional Peternakan III. Hilirisasi Teknologi dalam Sistem Peternakan Lahan Kering Mendukung Swasembada Daging Nasional.

Parakkasi A. 1999. Ilmu Nutrisi Dan Makanan Ternak Ruminansia. Cetakan Pertama. Penerbit UIP,Jakarta.

Saragih R, Desni T. 2016 Peranaan Daun Katuk Dalam Ransum Terhadap Produksi Dan Kualitas Telur Ayam Petelur. Jurnal ipt Vol.5.no 1 Yogyakarta

Selvi SV, Basker A. 2012. Phytochemical analysis and GCMS profiling in the leaves of Sauropus androgynus (L) Merr. Int J Drug Dev Res. 4:162-167.

Steel RGD, Torrie JH. 1993. Prinsip Dan Prosedur Statistika. Gramedia Pustaka Utama .Jakarta.

Supriyati, Praharani L, Budiarsana IGM, Sutama IK. 2015. Pengaruhperbedaan level protein pada konsentrat terhadap kinerja kambing Peranakan Etawah betina muda. Pamungkas D, Widiawaty Y, Noor SM, Purwantari ND, Widiastuti R, Brahmantiyo B, Herawati T, Kusumaningsih A, Handiwirawan E, Puastuti W, penyunting. Prosiding Seminar Nasional TeknologiPeternakan dan Veteriner. Bogor (Indones): Pusat Penelitian dan PengembanganPeternakan. hlm. 449-456.

Tillman AD, Hartadi H, Reksohadiprodjo S, Kusuma, SP, Lebdosoekoekojo S. 1998. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Van Soest. P 1994. Nutritional Ecology of The Ruminant . O & B Books ,Inc.Corvalis. Oregon.

Yusmadi, Nahrowi, Ridla M. 2008. Kajian mutu dan palatabitas silase dan hay ransum komplit berbasis sampah organik primer pada kambing peranakan Etawah. J. Agripet. 8(1): 31-38.

.

Downloads

Published

2021-06-14

How to Cite

Uly, B. F., Noach, Y. R. ., & Uly, K. . (2021). Suplementasi Daun Katuk (Sauropus androgynus L. Merr) dan Zn Biokompleks pada Induk Kambing Peranakan Etawah Bunting: Supplementation of Prosea Leaf Meal (Sauropus androgynus L. Merr) on Pregnant Crossbred Etawa Goat . Jurnal Peternakan Lahan Kering, 3(2), 1496–1503. Retrieved from http://publikasi.undana.ac.id/index.php/JPLK/article/view/k632

Issue

Section

Articles