Konsumsi dan Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik Sapi Bali Penggemukan yang Mendapat Suplemen Mengandung Bonggol Pisang Terfermentasi dengan Pakan Basal Pola Peternak di Tingkat on Farm

Intake and digestibility of dry and organik matter of on-farm fattening bali cattle fed containing fermented banana corm with the basal feed pattern breeder suplement

Authors

  • Mikael Malo Nono Universitas Nusa Cendana
  • Grace Maranatha Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana
  • Upik Syamsiar Rosnah Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana
  • Marthen Yunus Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana

Keywords:

Konsumsi, Kecernaan, Bahan Kering, Bahan Organik, Bonggol Pisang Terfermentasi,, Sapi Bali, Penggemukan Tingkat On Farm

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui konsumsi dan kecernaan bahan kering (BK) dan bahan organik (BO) sapi Bali penggemukan yang mendapat suplemen mengandung bonggol pisang terfermentasi dengan pakan basal pola peternakdi tingkat on farm. Penelitian ini menggunakan 9 ekor sapi Bali jantan bakalan pada kisaran umur 2 – 2,5 tahun dengan kisaran berat badan 105 -148kg [  123,83kg dan KV=14,80%]. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan  dan 3 ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini yaitu P0 = Pakan pola peternak + suplemen mengandung 30% jagung giling tanpa tepung bonggol pisang terfermentasi. P1 = Pakan pola peternak + suplemen mengandung 10% tepung bonggol pisang terfermentasi. P2 = Pakan pola peternak + suplemen mengandung 20% tepung bonggol pisang terfermentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analisis Of Variance (ANOVA). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsumsi bahan kering PO (4,374±524,0kg/e/h), P1 (4,092±908,7kg/e/h), P2 (3,253±457,6kg/e/h); Konsumsi bahan organik P0 (3,977±488,7kg/e/h), P1 (3,754±848,9kg/e/h), P2 (2,949±414,3kg/e/h); Kecernaan bahan kering P0 (69,70±4,50%/e/h), P1 (66,83±2,70 %/e/h), P2 (65,02±3,89%/e/h); Kecernaan bahan organik P0 (70,62±4,70%/e/h), P1 (68,05 ± 2,26%/e/h), P2 (66,11±3,51%/e/h). Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa perlakuan memberikan pengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi bahan kering, konsumsi bahan organik, kecernaan bahan kering, dan kecernaan bahan organik sapi Bali penelitian. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah pemberian pakan suplemen mengandung tepung bonggol pisang terfermentasi dengan pakan basal pola peternak pada tingkat on farm memberikan kecenderungan yang sama dalam konsumsi bahan kering, konsumsi bahan organik, kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik

 

The study aimed at evaluating intake and digestibility of dry and organik matter of on farm fattening Bali cattle fed containing fermented banana corm with the basal feed pattern breedersuplement. There were 9 Bali bulls 2-2.5 years old with 105-148 kg (average 123.83 kg; CV 14.80%) initial body weight were used in study. The trial was executed using completely randomized design 3 treatments with 3 replicates. Yje 3 treatments applied were: P0 = on farm feeds + countin Suplement composed of 30% corn meal without fermented banan corm;. P1 = on farm feeds + countin Suplement 10%  fermented banana corm; and P2 = on farm feeds + countin Suplement 20% fermented banana corm. Data were analyzed using analysis of Variance procedure.The results obtained were: dry matter intake PO (4.374±524.0 kg); P1 (4.092±908.7 kg); and P2 (3,253±457,6kg); organik matter intake P0 (3.977±488.7 kg); P1 (3.754±848.9 kg); P2 (2.949±414.3 kg); DM digestibility intake P0 (69.70±4.50 kg); P1 (66.83±2.70 kg); P2 (65.02±3.89 kg); OM digestibility intake P0 (70.62±4.70 kg); P1 (68.05±2.26 kg); P2 (66.11±3.51 kg). Statical analysis shows that effect of treament is not significant (P>0.05) on either intake or digestibility of either dry or organik matter of the bulls. The conclusion is that suplying containing fermented banana corm into basal feed performs the simlar results in both intake and digestibility of both dry and organika matter of on farm fattening Bali bulls.

Keywords: Intake, Digestibility, Dry Material, Organik Material, Corm Fermented Banana, BaliCattle, On Farm Fattening

Author Biographies

Grace Maranatha, Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana

Upik Syamsiar Rosnah, Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana

Marthen Yunus, Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana

References

Fattah, 2016. Manajemen ternak sapi potong. Undana press

Fathul, F dan S. Wajizah. 2010. Penambahan Mikromineral Mn dan Cu Dalam Ransum Terhadap Aktivitas Biofermentasi Rumen Domba Secara In Vitro. JITV, 15 (1) : Hal. 9-15.

Hartati ENGF. Katipana dan A. Saleh; ED. Sulistijo. 2014. Pemanfaatan standing hay rumput kume amoniasi dengan penambahan Znso4 dan Zn-Cu Isoleusinat dalam ransum untuk mengoptimal konsumsi, kecernaan dan kadar glukosa darah sapi Bali dara. ISSN: 2088-818X Pastura vol. 3 no. 2: 88-93

Konddang MYA. 2018. Pengaruh tingkat pemberian konsentrat terhadap daya cerna bahan kering dan protein kasar ransum sapi pada Bali jantan yang mendapatkan rumput raja (Pennisetum purpurephoides) ad-libitum.Jurnal Agroland 15 (4).Issn: 0854-641X.

Munasik.2007. Pengaruh Umur Pemotongan Terhadap Kualitas Hijauan Sorgum Manis (Shorgum bicolor L. Moench) Variets RGU.Prosiding Seminar Nasional : 248- 253.

MurniRA. dan Y. Okrisandi. 2012. Pemanfaatan Kulit Buah Kakao yang difermentasi dengan Kapang Panerochaete Chrysosporium Sebagai Pengganti Hijauan dalam Ransum Ternak. Kambing.Agrinak.Vol. 02. No. 1 Maret 2012: 6-10

Noviani JBP. Purwanto danA. Atabany. 2014. Efesinsi produksi susu dan kecernaan rumput gajah (Pennisetum purpureum) pada sapi perah FH dengan pemberian ukuran potongan yang berbeda. Jurnal Ilmu Produksi dan Teknologi Hasil Peternakan. ISSN 2303-2227. Vol. 02 No. 1, Januari 2014. Halaman: 224-230

NRC 2000. Nutrient Requirements Of Beef Cattle. 7th ed. National Academy Press. Washintong, D.C.

NRC 2001. Nutrient Requirements Of Beef Cattle: Seventh Revised Edition: Update 2000. Subcommitte On Beef Cattle Nutrition. Committee On Animal Nutrition. National Research Council.

Pamungkas DYN. Angraeni; Kusmartono;Hartati; S. Quigley. 2011. Penggunaan daun lamtoro (L. leucochephala) dalam ransum terhadap konsumsi, kecernaan, dan pertambahan bobot badan sapi jantan lepas sapih. Seminar NasionalTeknologiPeternakan dan Veteriner. Hal.200-207.

Pramono AA; Yusuf SD; Widyawati dan H. Hartadi. 2018. Pengaruh Suplementasi Lemak Terproteksi Terhadap Konsumsi dan Kecernaan Nutrien Sapi Perah Friesian Holstein. Sains Peternakan. 16 (1),34-39

Rosnah US.danM. Yunus 2017. Produktifitas sapi Bali pengemukan yang mengkonsumsi pakan lokal pola peternak. Prosiding, Seminar Nasional Peternakan III.

…………, M. Yunus. 2018.Komposisi Jenis dan Jumlah Pemberian Pakan Ternak Sapi Bali Penggemukan pada Kondisi Peternakan Rakyat.Jurnal Nukleus Peternakan.ISSN :2355-9942.Vol 5 (1) 24 – 30

…………, M. Yunus dan G, Maranatha, 2019.Model peningkatan kinerja produksi sapi Bali penggemukan ditingkat peternak melalui suplementasi pakan konsentrat mengandung bonggol pisang terfermentasi. Laporan penelitian. LP2M Undana Kupang.

Smith T. 2002. Some Tools to Combat Dry Season Nutrional Stress In Runinants Under African Condition. Proceedings of the Final Review Meting of an IAEA Technical Cooperation Regional AFRA Project, Animal Production and Health Section, Cairo Mesir, 25-29 November 2000. ISSN 1011-4289.

Sobang YUL. 2005.Keragaman Dan Strategi Pengembangan Ternnak Ruminan Di NTT”. Prosiding: Seminar Nasional Peternakan. Kupang,30 sep-02 Okt 2005. Editor : Dr. Kartiaso. ISBN: 979:97017-5-9. Hal: 96-109.

Sulistidjo ED. dan US Rosnah. 2013.Penyedian Pakan Sapi Bali Berbasis Kearivan Local Di

Kabupaten Kupang. Laporan Penelitian Fapet. Undana.

Sulistijo ED. 2020. Production and In Vitro Digestibility Of Leucena Leucocephala Under Different Seasons and Planting Model Sistem in Kupang Regency. Indonesia

Sutardi T 1980. Landasan Ilmu Nutrisi Jilid . Depertemen Ilmu Makanan Ternak. Fakutas Peternakan. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Steel RGD; dan JH. Torrie. 1993. Prinsip dan Prosedur Statistika. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Tilman AD; H. Hartadi; S. Reksohadiprodjo; S. Prawirokusumo; dan S. Lebdosukojo. 1998. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Edisi IV. GadjahMada University Press. Yogyakarta

Van Soest PJ. 1994. Nutritional Ecology of The Ruminant. 2nd ed. Comstock Publishing

Downloads

Published

2021-06-14

How to Cite

Nono, M. M., Grace Maranatha, Rosnah, U. S. ., & Marthen Yunus. (2021). Konsumsi dan Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik Sapi Bali Penggemukan yang Mendapat Suplemen Mengandung Bonggol Pisang Terfermentasi dengan Pakan Basal Pola Peternak di Tingkat on Farm: Intake and digestibility of dry and organik matter of on-farm fattening bali cattle fed containing fermented banana corm with the basal feed pattern breeder suplement. Jurnal Peternakan Lahan Kering, 3(2), 1486–1495. Retrieved from http://publikasi.undana.ac.id/index.php/JPLK/article/view/k633

Issue

Section

Articles