Pengaruh Faktor Sosial Ekonomi Terhadap Pendapatan Usaha Ternak Kambing Di Kabupaten Sabu Raijua

The Influence Of Social Economic Factors On Goat Livestock Business Income In Sabu Raijua District

Authors

  • Febriani Riwu Lappa Program studi peternakan, fakultas peternakan, Universitas Nusa Cendana
  • Maria Yasinta Luruk Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana
  • Johanes G. Sogen Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana
  • Ulrikus R. Lole Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana

Keywords:

peternak, ternak kambing, pendapatan, factor sosial ekonomi

Abstract

Suatu survei telah dilaksanakan di Kabupaten Sabu Raijua dari tanggal 3 Februari sampai 3 Maret 2020. Tujuan untuk  menganalisis pendapatan dan pengaruh faktor sosial ekonomi terhadap pendapatan usaha ternak kambing di Kabupaten Sabu Raijua. Pengambilan contoh dilakukan secara bertahap yaitu penentuan kecamatan dan desa contoh dilakukan secara purposive sedangkan penentuan responden dilakukan secara acak non porposional sebanyak 60 responden. Analisis data yang digunakan adalah analisis pendapatan, analisis korelasi dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan atas biaya total yang diperoleh tiap peternak dari usaha ternak kambing adalah Rp5.942.533,71/tahun dan pendapatan atas biaya tunai sebesar Rp2.660.748,61/tahun. Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa pendapatan berhubungan erat (P<0,05) dengan jumlah kepemilikan ternak (X1), luas lahan (X2), tanggungan keluarga (X3), dan lama usaha (X6). Analisis regresi berganda menunjukkan bahwa secara bersama-sama faktor ekonomi jumlah kepemilikan ternak (X1), luas lahan (X2), tanggungan keluarga (X3) dan lama usaha (X6) pengaruh  secara nyata, signifikan (p<0.001) terhadap pendapatan dengan nilai R² sebesar 0.80. Secara parsial jumlah ternak (X1) dan lama usaha (X6) memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pendapatan usaha ternak kambing sedangkan luas lahan (X2) dan tanggungan keluarga (X3), menunjukkan pengaruh  yang tidak  nyata terhadap pendapatan usaha ternak kambing.

 

A survey was conducted in Sabu Raijua. The aim is to analyze income and the influence of socio-economic factors
on the income of goat farming in Sabu Raijua Regency. Sampling was carried out in stages, namely the
determination of sample sub-districts and villages was carried out purposively while the determination of
respondents was carried out at random non-proportional as many as 60 respondents. Analysis of the data used is
income analysis, correlation analysis and multiple linear regression analysis. The results showed that the average
income on total costs obtained by each farmer from goat farming was Rp. 5,942,533.71/year and income from
cash costs was Rp. 2,660,748.61/year. The results of the correlation analysis showed that income was closely
related (P<0.05) with the number of livestock ownership (X1), land area (X2), family dependents (X3), and length
of business (X6). Multiple regression analysis shows that together the economic factors of livestock ownership
(X1), land area (X2), family dependents (X3) and length of business (X6) have a significant, significant (p<0.001)
effect on income with an R² value. of 0.80. Partially the number of livestock (X1) and length of business (X6)
have a significant effect on goat livestock business income, while land area (X2) and family dependents (X3),
show no significant effect on goat livestock business income.In conclusion, the goat farming business run by
farmers in Sabu Raijua Regency has provided a total income of Rp. 5,942,533.71/year of which 44.7% or Rp.
2,660,748.61 is cash income. Socio-economic factors that affect the income of goat farming in Sabu Raijua
Regency are the number of livestock ownership and length of business

Keywords: Breeders, goats, income, socioeconomic factors,

 

Author Biographies

Febriani Riwu Lappa, Program studi peternakan, fakultas peternakan, Universitas Nusa Cendana

Program studi peternakan, fakultas peternakan, Universitas Nusa Cendana

Maria Yasinta Luruk, Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana

Johanes G. Sogen, Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana

Ulrikus R. Lole, Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana

References

Ansar MA, Saleh 2015. Faktor- faktoryang mempengaruhi kemudahan pemelihraan ternak kambing kacang dengan sistem semi intensif di Desa Borongtal Kecamtan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto. Jurnal Ilmu dan industri peternakan, 2(1) :61-74

Badan Pusat Statistika (BPS) Kota Kupang 2018 dalam angka

Badan Pusat Statistika (BPS) Kota Kupang 2019 dalam angka

Badan Pusat Statistika (BPS) Kota Kupang 2020 dalam angka

Febriana D,Liana M 2008. Pemanfaatan Limbah Pertanian sebagai Pakan Ruminansia pada Peternak rakyat di Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indagiri Hulu. Jurnal Peternakan. 5 (1):28-37

Hadini HA, Aka R. 2017. Pengaruh faktor sosial ekonomi terhadap konsumsi pangan asal ternak di Kota Kendari. Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis, 4(2):62-71.

Hesti ES, Syarafudin, Oentoeng. 2013. Analisis Perbandingan pendapatan Peternak Kelompok Penerimaan Bantuan pemerintah dan Kelompok Mandiri pada Kelompok Ternak Sapi Potong di Kabupaten Purbalingga. Jurnal ilmiah Peternakan 1(2):639-646.

Hidayah, N. Artdita, Lestari 2016. Pengaruh Karekteristik peternak terhadap Adopsi Teknologi pemeliharaan pada ternak kambing peranakan etawa di desa Hargotirto Kabupaten Kulon Progo. Jurnal Bisnis dan manajemen 19(1);1-10

Mahmudah AC, Supardi S, Qonita RrA. 2018. Faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi pendapatan usaha tani ternak ayam ras petelur di Kabupaten Magetan. Jurnal Agrista, 6(3):27-38

Sulistyati M, Hermawan, Fitriani A. 2013. Potensi usaha peternakan Sapi Perah di Kabupaten Kuningan. Jurnal Animal Production. 11(1):85-90.

Murwanto AG. 2008. Karakteristik Peternakan dan Tingkat Masuk Teknologi Peternakan Sapi Potong di Lembah prafi Kabupaten Manokwari. Jurnalilmupeternakan, 3 (1) :8-15

Parwati IAP. 2007.Pendapatan dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Usaha Ternak Kambing dengan Laserpuktur. SOCA: Jurnal sosial ekonomi pertanian, 7 (1) : 1 - 14.

Rahim ABD 2008. Pengantar Teori dan kasus ekonomi pertanian. Penebar swadaya.Jakarta.

Risqina. 2011. Analisis Pendapatan Peternak Sapi Potong dan Sapi Bakalan Karapan di Sapudi Kabupaten Sumenep. Jurnal JITP. 1(3):62-71.

Sudjana.1992. Metode Statistika. Analisis pendapatan usaha tani Tanaman kepala sawit (studi kasus: petani kelapa sawit Desa Tobing Jae Kecamata Huristak, Bandung.

Soekartiwi. (2003). Teori Ekonomi Produksi Dengan Pokok Bahasan Analisis fungsi Cobb-Douglas. Cetakan ke-3. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada

Downloads

Published

2021-06-14

How to Cite

Riwu Lappa, F. ., Luruk, M. Y., Sogen, J. G. ., & Lole, U. R. . (2021). Pengaruh Faktor Sosial Ekonomi Terhadap Pendapatan Usaha Ternak Kambing Di Kabupaten Sabu Raijua : The Influence Of Social Economic Factors On Goat Livestock Business Income In Sabu Raijua District. Jurnal Peternakan Lahan Kering, 3(2), 1470–1477. Retrieved from http://publikasi.undana.ac.id/index.php/JPLK/article/view/k636

Issue

Section

Articles