Pengaruh Penggunaan Dedak Sorgum Pada Silase Campuran Rumput Kume-Daun Gamal Terhadap Kecernaan Nutrien dan Konsentrasi Gas Metana In Vitro

Efect Sorghum Bran Utilization on Silage Mixed of Kume Leaves- Gamal Leaves on Nutrient Digestibilty and Methane Gas Concentrasion In Vitro

Authors

  • Oliva Sako Pasi Faculty Of Animal Science
  • Erna Hartati Program studi peternakan, fakultas peternakan, Universitas Nusa Cendana
  • Markus Miten Kleden Program studi peternakan, fakultas peternakan, Universitas Nusa Cendana

Keywords:

In vitro, Silase, kecernaan nutrien, rumput kume, gas metana

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan  dedak sorghum pada silase campuran rumput kume-daun gamal terhadap  kecernaan bahan kering (KcBK), bahan organik (KcBO) dan konsentrasi gas metana (CH4in vitro, serta level terbaik terhadap peningkatan KcBK, KcBO dan penurunan konsentrasi gas metana. Disain percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Keempat  perlakuan  yang dimaksud  adalah SK-GDS0: rumput kume 75% + daun gamal 25%+ dedak sorghum 0%, SK-GDS3, SK-GDS5 dan SK-GDSmasing-masing adalah rumput kume +daun gamal + 3%,5% dan 7% dedak sorghum. Parameter yang diamati adalah KcBK, KcBO dan konsentrasi gas metana. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis of variance (ANOVA) dan apabila terdapat pengaruh perlakuan terhadap parameter yang diamati maka analisis dilanjutkan dengan uji lanjut BNT. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap parameter yang diukur dengan nilai KcBK sebesar 42,62%-55,26%, KcBO 31,30-47,66% dan konsentrasi gas metana 5,25-8,15ml/L. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan level dedak sorghum terbaik dalam silase campuran rumput kume dengan daun gamal adalah sebanyak 5% dari berat bahan pakan

 

 The purpose of this study was to determine the effect of using sorghum bran in the mixed silage of kume leaf gamal on the digestibility value of dry matter,organic matter and in vitro methane gas concentrations.This study used kume grass,gamal leaves and sorghum bran. The research method used is sompletely randomized design (CRD) with four treatments and four replications.The four experiments applied were SK-GDS0 : 75% kume grass + 25% gamal leaf+ 0% sorghum bran,SK-GDS3, SK-GDS5 and SK-GDSeach is kume grass +  gamal leaf + 3%,5%,7% sorghum bran. The parameter observed were dry matter digestibility,organic matter digestibility value of dry matter,organic matter and in vitro methane gas concentrations. The data obtained were analtzed by analysis of variance (ANOVA) if there was an influence,then the analysis was continued with the LSD further test. The results of statistical analysis showed that the treatment had a very significant effect (P<0,01) on the measured parameter.it can be conclude that the addition og sorghum bran can increase KCBK, KCBO and methane gas concentrations, and best level of addition of sorghum bran in silage is at the 5% level of the weight of the feed ingredients.

Keywords:In-vitro, Silage ,Dry matter digestibility, Organic matter digestibility, Methane gas.

Author Biographies

Erna Hartati , Program studi peternakan, fakultas peternakan, Universitas Nusa Cendana

Program studi peternakan, fakultas peternakan, Universitas Nusa Cendana

Markus Miten Kleden, Program studi peternakan, fakultas peternakan, Universitas Nusa Cendana

Program studi peternakan, fakultas peternakan, Universitas Nusa Cendana

References

Afriyanti, M. 2008. Fermentabilitas dan Kecernaan In-vitro Ransum yang diberi Kursin Bungkil Biji Jarak Pagar (Jatropha curcas L.) pada Ternak Sapi dan Kerbau. Skripsi Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Andayani, J. 2010. Evaluasi kecernaan in vitro bahan kering,bahan organic,protein kasar pengguna kulit buah jagung amoniasi dalam ransum ternak sapi. Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu peternakan. Xlll (5):252-259.

Arora, S. P .1995. Pencernaan Mikroba pada Ruminansia. Diterjemahkan: Srigandono B, Sri Murwani. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Boorman, K. N. 1980. Dietary Contain on Nitrogen Retention. Protein Deposition in Animal. Butterworths, London.

Dami Dato, T. O. 1998. Pengelolaan rumput kering dengan fitrat abu sekam padi (FASP) terhadap perubahan komponen serat dan kecernaan secara in vitro. Jurnal peternakan 24(2):31-40.

Djago Y.T.Y.T, Markus M.K, Gusti A.Y.L.2021.Pengaruh penggunaan Dedak sorghum dalam ransum konsentrat sebagai pengganti jagung terhadap konsumsi dan kecernaan protein kasar serta urea darah pada kambing kacang. Jurnal Pternakan Lahan Kering. 3(1):1345-1351

Ella, A. S. Hardjosoewignya, T. R. Wiradaryadan dan M. Winugroho. 1997. Pengukuran Produksi Gas dari Hasil Proses Fermentasi Beberapa Jenis Leguminosa Pakan. Dalam : Prosiding Sem. Nas II-INMT Ciawi, Bogor.

Elferink, S.J. W.H.O ,F.Driehuis, J.C Gottschal, & S.F Spoelstra. 2000.Silage fermentation processes and their manipulation.In Mannetje ,L.T silage making in the tripics with particular empharis on smallholders.proceedings of the FAO electronic conference on tropical silage 1 september to 15 December 1999.

Haryanto B,Thalib A. 2009.Emisi metana dari fermentasi enteric:konstribusi secara nasional dan factor-faktor yang mempengaruhi ternak.Wartazoa 22(4):169-177.

Jayanegara, A. 2008. Reducing methane emissions from livestock: nutritional approaches. Proceedings of Indonesian Students Scientific Meeting (ISSM), Institute for Science and Technology Studies (ISTECS) European Chapter, 13- 15 May 2008, Delft, the Netherlands: 18–21.

Jovitry I. 2011. Fermentabilitas dan kecernaan In vitro daun tanaman Indigofera sp. yang mendapat perlakuan pupuk cair untuk daun. Skripsi. Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan. Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor, Bogor

Kleden M.M. 1996. Kecernaan In vivo Hijauan Pakan Segar dan Konservasinnya pada kambing.Thesis program Pasca Sarjana Universitas Gadjah Mada,Yogyakarta.

Kleden M.M, Soetanto H, Kusmartono, Kuswanto. 2017. Concentration Of Progesterone and Prolactin Hormones and Milk Production Of New Zealand White Rabbits Doe Fed Moringa Leaves Meal. Mediteranean Journal Of Social Science, 6(3):79-85.

Kreuzer M, Solivs C.R. 2008. Nutrition: key to methane mitigation in ruminants. Proc. Soc Nutr. Physiol. 17: 168-171.

Mc.Donald P, Edward RA, Greenhalgh JFD, Margon CA. 2002. Animal Nitrition Edition Longman Scientific and Technical. New York.

McDonald, P., R.A. Edwards,J.F.D. Greenhalagh, & C.A. Morgan. 1995. A nimalnutrition Fifth Ed. John Willey andSons, Inc, New York.

McDonald, P., R.A. Edwards and J.F.D. Greenhalgh. 1988. Animal Nutrition. 4 th Ed. Longman Scientific & Technical Co. Pub. In The United States With John Willey & Sons, Inc. New York.

Mendoza N.S, Arai M, Kawaguchi T, Cubol F.S, Panerio EG, Yoshida T, L.M. Jonson 1994.Isolation of mannan utilizing bacteria and the culture condition for mannanase production.World Journal Of Microbiologi and Biotechnollogy 10 (1): 51-54.

Mugiawati, R. 2013. Kadar air Dan pH silase Rumput Gajah pada Hari ke-21 Dengan penambahan jenis aditif dan Bakteri Asam Laktat. jurnal Ternak ilmiah, 1(1):201-201.

Noviadi Riko, Anjar Sofiana dan Imelda Panjataitan. 2012 Pengaruh Penggunaaan Tepung jagung dalam pembuatan silase limbah daun singkong terhadap perubahan nutrisi,kecernaan bahan kering,protein kasar dan serat kasar Kelinci lokal.Jurnal penelitian pertanian terpadu Vol 12 (1):6-12

Nur K., Atabany A., Muladno., Jayanegara A., 2015. Produksi Gas Metan Ruminansia Sapi Perah dengan Pakan Berbeda serta Pengaruhnya terhadap Produksi dan Kualitas Susu. Jurnal Ilmu Produksi dan Teknologi Hasil Peternakan 3(2):65-71

.

Ridwan, R., Ratnakomala, S., Kartina, G., dan Widiyastuti, Y. 2005.Pengaruh Penambahan Dedak Padi dan Lactobacillus plantarum 1BL-2 dalam Pembuatan Silase Rumput Gajah (Pennisetum purpureum). Media Peternakan. 28 (3): 117-123

Santoso, B. Hariadi, B. Tj., Manik, H. Dan Abubakar, H., 2009. Kualitas Rumput Unggul Tropika Hasil Ensilase dengan Bakteri Asam Laktat dari Ekstrak Rumput Terfermentasi. Media Peternakan, 32(2):137-144. Saricicek, B. Z. and Kilic, U., 2011. Effect.

Steel dan Torrie.1993. Prinsip Dan Prosedur Statistika Suatu Pendekatan Biometric.PT Gramedia pustaka utama.Jakarta.

Sulastri S.1984.Pengaruh tingkat pemberian tepung daun gamal dalam ransum terhadap komponen tubuh dan karkas ayam pedaging.Skripsi. Institute pertanian,Bogor.

Tilley, J. M. A. and R. A. Terry. 1963. A two stage technique for the in vitro digestion offoragecrop. Journal of British Grassland 18 : 104 – 111

Umami N. 2019. Daun Singkong untuk Pakan Ternak. Pakan Unggul Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada. https://pakanunggul.fapet.ugm.ac.id/2019/07/31/daun-singkong-untuk-pakan-ternak/

Van Soet PJ. 1994. Nutritional Ecology of the Ruminant. Cornell University Press. 476 hal.

Van Soest, P. 2006. Rice Straw, the Role of Silica and Treatments to Improve Quality. Animal Feed Science and Technology, 130 (1- 4):137±171. http://doi.org/10.1016/j.anifeedsc i.2006.01.023

Widiawati Y., Puastuti w dan Yulistiani D., 2017. Profil Gas Metana dari Bahan Baku Pakan Ruminansia. Prosiding Seminar Teknologi dan Agribisnis Peternakan V: Teknologi dan Agribisnis Peternakan untuk Mendukung Ketahanan Pangan, Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman 18 November 2017.

Widyastuti, Y. 2008. Fermentasi Silase dan Manfaat Probiotik Selase bagi Ruminansia. Jurnal Media Peternakan. 31 (3): 225-232

Downloads

Published

2021-06-14

How to Cite

Pasi, O. S., Erna Hartati, & Kleden, M. M. . (2021). Pengaruh Penggunaan Dedak Sorgum Pada Silase Campuran Rumput Kume-Daun Gamal Terhadap Kecernaan Nutrien dan Konsentrasi Gas Metana In Vitro: Efect Sorghum Bran Utilization on Silage Mixed of Kume Leaves- Gamal Leaves on Nutrient Digestibilty and Methane Gas Concentrasion In Vitro. Jurnal Peternakan Lahan Kering, 3(2), 1463–1469. Retrieved from http://publikasi.undana.ac.id/index.php/JPLK/article/view/k650

Issue

Section

Articles