RESISTENSI MASYARAKAT ADAT DALAM PEMBANGUNAN WADUK LAMBO DI DESA RENDUBUTOWE KECAMATAN AESESA SELATAN KABUPATEN NAGEKEO

Authors

  • Jacob Wadu Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Nusa Cendana
  • Primus Lake Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Nusa Cendana
  • Claudia Pita Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Nusa Cendana

Abstract

Pemerintah dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat petani, berupaya melaksanakan pembangunan di bidang pengairan melalui penyediaan sarana air baku. Penyediaan air baku ini, antara lain melalui pengembangan sumber air buatan berupa bendungan atau waduk. Waduk merupakan bendungan yang sengaja dibuat oleh  manusia dengan maksud untuk menampung air  yang nantinya dimanfaatkan bagi pemenuhan kebutuhan hidup manusia. Waduk ini memiliki banyak manfaat bagi masyarakat itu sendiri yaitu (1) penyediaan air baku, (2) air  irigasi persawahan, (3) budidaya ikan air tawar, dan (4) pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Untuk pembagunan waduk tersebut, membutuhkan tanah sebagai lahan pembangunan waduknya. Akan tetapi, tanah-tanah ini umumnya milik masyarakat, sehingga pemerintah harus melakukan pembebasan.

 

References

Alisjahbana. 2005. Sisi Gelap Perkembangan Kota. Yogyakarta: Laskbang Pressindo.

Gidion, Ofe D. 2017. Pembebasan Tanah dan Konflik Sosial (Studi Kasus Tentang Kebijakan Pembangunan Bendungan Raknamo). Kupang. Universitas Nusa Cendana.

Hamin, Ferdi dan Michael Ndoy. 2003. “Pengorbanan Orang Miskin di Hulu Untuk Kemakmuran Masyarakat Industri di Hilir”dalam Menguak Rahasia Dibalik Merabeknya Konfik-Konflik Agraria di Flores dan Timor. VeCo Indonesia dan KPA, Denpasar.

Hidayat A. Rizal. 2007.Gerakan Sosial Sebagai Agen Perubahan Sosial, Jurnal Forum Ilmiah Indonesia, Vol 4 No 1.

Hutagalung, Aries S. 2005. Tebaran Pemikiran Seputar Masalah Hukum Tanah. Cetak 1. Lembaga Pemberdayaan Hukum Indonesia. Jakarta.

Coleman S, James. 2011.Dasar-Dasar Teori Sosial. Bandung: Nusa Media.

Jayamartono, Mulyono. 1991.Perubahan Kebudayaan dan Masyarakat Dalam Pembangunan. Samarang: IKIP Samarang Press.

Lexy J, Maleong. 2010.Metode Penelitian Kualitatif.Bandung: Remaja Rosdakarya.

Makmur. 2010.Efektivitas Kebijakan Kelembagaan Pengawasan. Jakarta: Reflika Aditama.

Marzali, Amri. 2005.Antropologi dan Pembangunan Indonesia. Jakarta: Pranada Media.

Miles, B. Mathew dan Michael Huberman. 1992.Analisis Data Kualitatif Buku Sumber Tentang Metode-Metode Baru. Jakarta:UIP.

Nurhajariri, Dwi Ratna, dkk. 2005.Kerusuhan Sosial di Madura Kasus Waduk Nipah dan Ladang Garam. Yogyakarta: Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan.

T. Notohadiprawiro. 2000. Tanah dan Lingkungan. Yogyakarta: Universitas Gajah Mada.

R. Gandakoesoemah. 1981. Irigasi 1. Bandung: Sumur Bandung.

Scott, James. 2000. Senjata Orang-orang Kalah; Bentuk-bentuk Resistensi Sehari-hari Kaum Tani. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Singh, Rajerndra. 2001. Social Movements, Old and New: a Post-Modemist critique. New Delhi/Thousand Oaks/Lodon: Sage Publiccations.

Soekanto, Soerjono. 1993.Kamus Sosiolagi Edisi Baru. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Suriadi, A. 2005. Resistensi Masyarakat Dalam Pembangunan Infastruktur Pedesaan. Jurnal Jakarta: Universitas Indonesia, FISIP, Program Pasca Sarjana, Program Studi Sosiologi.

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Suyanto, M. 2003.Multimedia Alat untuk Meningkat Keunggulan Bersaing. Jakarta: Andi. T. Notohadiprawiro. 2000.Tanah dan Lingkungan. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

Usmana, Sunyoto. 1998. Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset.

Zuraidah. 2013. “Perlawanan Perempuan Mesir Terhadap Dominasi Laki-laki Dalam Novel Lail Wa Qudhbihi Karya Najib Al-kailanni” (http://etd.repasitori.ugm.ac.id/index.Php/Wacanan/article/viewfile/3638/2893 )

Dokumen

Bendungan Raksasa dan Perampasan Ruang Hidup Rakyat (http://referensi.Elsam.or.id./2015/06/bendungan-raksasa-dan-perampasan-ruang-hidup-rakyat/) diakses 5 Maret 2020.

Departemen Penerangan Republik Indonesia. 1982. Pertanahan Dalam Era Pembangunan Indonesia.

Empat Bendungan Dilelang Pada Maret 2018, Kompas, 17 Febuari 2018.

Peraturan Pemerintah No 37 Tahun 2010 Tentang Bendungan Pasal 1 Ayat 2.

Proyek Strategi Nasional Sektor Bendungan (Bendungan Mbay)http://kppip.go.id/ proyek-strateginasional/sektor-bendungan/bendungan-mbay/, diakses 5 Maret 2020.

Surat Keputusan Gubernur NTT No.186/KEP/HK/2019 Tentang PembentukanTim Persiapan Pengadaan Tanah Untuk Pembangunan Bendungan di NTT.

Perundangan-undangan:

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 Tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria.

Skripsi/Tesis:

Strategi Perlawanan Masyarakat Terhadap Rencana Pembangunan Waduk Lambo Di Desa Rendubutowe Kabupaten Nagekeo. Oleh Helenerius Ajo Leda, Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa (APMD) Yogyakarta. 2018.

Studi Tentang Dinamika Perlawanan PLP-KP Dalam Merespon Relasi Korparasi Swasta Dan Negara Dalam Proyek Privatisasi “Pasir Besi Kulon Progo di Desa Garongan Kecamatan Panjatan Kabupaten Kulon Progo. Oleh Sovya Mardiningrum, Universitas Gaja Mada. Yogyakarta. 2010.

Proses dan Dinamika Gerakan Rakyat: Studi Tentang Gerakan Rakyat Sosial Masyarakat Adat Atoni Meto Dalam Menutup Pertambangan Marmer Di Desa Netpala Kabupaten Timur Tengah Selatan Nusa Tenggara Timur. Oleh Kristinawati Titik, Universitas Gajah Mada Yogyakarta. 2017.

T. Notohadiprawiro. 2000.Tanah dan Lingkungan. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

Usmana, Sunyoto. 1998. Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat. Yogyakarta: Pustaka

Pelajar Offset.

Zuraidah. 2013. “Perlawanan Perempuan Mesir Terhadap Dominasi Laki-laki Dalam Novel Lail Wa Qudhbihi Karya Najib Al-kailanni” (http://etd.repasitori.ugm.ac.id/index.Php/Wacanan/article/

viewfile/3638/2893 )

Dokumen

Bendungan Raksasa dan Perampasan Ruang Hidup Rakyat (http://referensi.Elsam.or.id./2015/06/bendungan-raksasa-dan-perampasan-ruang-hidup-rakyat/) diakses 5 Maret 2020.

Departemen Penerangan Republik Indonesia. 1982. Pertanahan Dalam Era Pembangunan Indonesia.

Empat Bendungan Dilelang Pada Maret 2018, Kompas, 17 Febuari 2018.

Peraturan Pemerintah No 37 Tahun 2010 Tentang Bendungan Pasal 1 Ayat 2.

Proyek Strategi Nasional Sektor Bendungan (Bendungan Mbay)http://kppip.go.id/ proyek-strateginasional/sektor-bendungan/bendungan-mbay/, diakses 5 Maret 2020.

Surat Keputusan Gubernur NTT No.186/KEP/HK/2019 Tentang Pembentukan Tim Persiapan Pengadaan Tanah Untuk Pembangunan Bendungan di NTT.

Perundangan-undangan:

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 Tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria.

Skripsi/Tesis:

Strategi Perlawanan Masyarakat Terhadap Rencana Pembangunan Waduk Lambo Di Desa Rendubutowe Kabupaten Nagekeo. Oleh Helenerius Ajo Leda, Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa (APMD) Yogyakarta. 2018.

Studi Tentang Dinamika Perlawanan PLP-KP Dalam Merespon Relasi Korparasi Swasta Dan Negara Dalam Proyek Privatisasi “Pasir Besi Kulon Progo di Desa Garongan Kecamatan Panjatan Kabupaten Kulon Progo. Oleh Sovya Mardiningrum, Universitas Gaja Mada. Yogyakarta. 2010.

Proses dan Dinamika Gerakan Rakyat: Studi Tentang Gerakan Rakyat Sosial Masyarakat Adat Atoni Meto Dalam Menutup Pertambangan Marmer Di Desa Netpala Kabupaten Timur Tengah Selatan Nusa Tenggara Timur. Oleh Kristinawati Titik, Universitas Gajah Mada Yogyakarta. 2017.

Downloads

Published

2021-06-26

Issue

Section

Articles