Tradisi Fua Pah Masyarakat Suku Boti Di Desa Boti Kecamatan Ki’e Kabupaten Timor Tengah Selatan

Authors

  • Stevridan Y. Neolaka Pendidikan Sejarah, FKIP, Undana

Keywords:

Fua Pah, Kebudayaan, Tradisi, Nilai

Abstract

Fua Pah:TradisiPemujaan Dewa Bumi TerhadapMasyarakatSukuBotidi Desa Boti Kecamatan Kie Kabupaten Timor Tengah Selatan”. Masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana proses pelaksanaan upacara Fua Pahdan apa nilai yang terkandung pada upacara Fua Pah. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan proses pelaksanaan upacara Fua Pah dan mendiskripsikan nilai yang terkandung pada upacara Fua Pah. Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan study pustaka. Informan dalam penelitian ini adalah para tokoh adat yang mengetahui tentang upacara Fua Pah. Teknik analisis data deskriptif yang meliputi reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa  Proses pelaksanaan Upacara Fua Pah dilaksanakan dalam tiga tahap yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap akhir. Pada tahap persiapan, hal-hal yang diperlukan ialah Hewan kurban (sapi, babi, ayam atau kambing), Muti atau iun leko (kalung orang Dawan yang terbuat dari batu berwarna merah ada juga yang terbuat dari emas), Puah Manus (sirih-pinang), Tua Nakaf (sopi kepala, minuman keras terbaik orang Dawan), Bete Tais (kain sarung orang Timor). Pada tahap pelaksanaan yaitu diawali dengan pembacaan doa atau mantra oleh seorang tobe atau imam dilanjutkan dengan penyembelihan hewan. Darah hewan kurban tersebut dioleskan pada faut bena atau (batu plat) yang telah disediakan dan berfungsi sebagai mesbah. Selain pada faut bena, darah hewan kurban tersebut juga dioleskan pada benih yang akan ditanam. Daging yang akan dipersembahkan kepada Uis Neno (dewa langit) Uis Pah (dewa bumi) harus dipilih daging yang terbaik seperti hati, dada dan paha. Daging tesebut kemudian di letakkan bersama dengan nasi diatas mesbah sebagai persembahan kepada Uis Neno (dewa langit) Uis Pah (dewa bumi) dengan pembacaan lasi tonis khusus. Setelah tobe atau imam menyampaikan lasi tonis sajian tersebut, sajian itu wajib dimakan oleh “umat” yang hadir. Pada tahap akhir Sebagai penutup dari pelaksanaan Upacara Fua Pah pada masyarakat suku Boti, Tobe atau imam yang memimpin prosesi upacara Fua Pah tersebut bersama seluruh masyarakat yang hadir pada upacara Fua Pah makan bersama dan selanjutnya merekapun kembali ke rumah mereka masing-masing. Adapun nilai yang terkandung dalam Upacara Fua Pah pada masyarakat suku Boti adalah Nilai Religius, Nilai Gotong Royong, Nilai Sopan Santun, Nilai Kebersamaan dan Nilai Kekeluargaan.

References

Anonimous. 1997/1998. Integrasi Nasional Suatu Pendekatan Budaya Di Daerah Istimewa Jogjakarta. Jogjakarta. Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan.

Faisal, S. 2007. MetodologiPenelitian Pendidikan Usaha Nasional. Surabaya: BalaiPustaka.

Hia, Simesono. 2004. Jurnal Ilmu-Ilmu Budaya. Pusat Studi Peran dan Ilmu Budaya Yayasan Bhumiaksara.

Koentdjaraningrat, 1985.KebudayaanMentalitas Dan Pembangunan. Jakarta :Gramedia

-----------------------. 2003. Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta: Djambatan.

Moleong. 2004. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Rosada Karya.

-----------. 2009. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Rosada Karya.

Mardimiti, J. 1994. Transformasi Budaya Menuju Masyarakat Indonesia. Yogyakarta: Kanisius

Margono, 1996. Metode Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta

Peursen, Van C.A. 1994. Strategi Kebudayaan. Yogyakarta: Kanisius

Soekanto, Soerjono. 1982. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Press

Suyanto, Bagong dan Sutinah. 2006. Metode Penelitian Sosial (Berbagai Alternatif Dan Pendekatan).Jakarta: Kencana Prenadia Media Group.

Taopan, M. 1993. Pengkajian Dan Pengembangan Butir-Butir Pancasila Menurut Ketetapan MPR NO. II/MPR/1997. Bandung: Citra Aditya Bhakti.

Downloads

Published

2021-06-30

Issue

Section

Articles